FORUM - Kompilasi Tanya Jawab

HUKUM PUASA BAGI ORANG YANG BANGUNNYA KESIANGAN SETELAH MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM JIMA DI WAKTU MALAM DAN IA BELUM MAKAN SAHUR?

Jum'at, 06 Juli 2012 , 17:34:18
Oleh : Ummu Adam

Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ada yg tanya أستاذ ..
Temanku rencana mau puasa Senin Kamis...tapi tadi malam ma'af, jima', dan bangunnya kesiangan...jadi Shubuhnya lewat dan blm junub..itu apa masih boleh puasa? Syukron sblmnya...

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 196)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Iya BOLEH dan SAH puasanya meskipun tanpa makan sahur. Karena makan sahur hukumnya sunnah dan bukan termasuk syarat sahnya puasa.

Demikian pula dikarenakan jima' (bersetubuh) di waktu malam hingga menjelang terbit fajar (sebelum masuk waktu Shubuh) dihalalkan bagi orang yg berpuasa. Hal ini berdasarkan firman Allah ta'ala:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ

“Dihalalkan buat kalian pada malam puasa untuk menggauli istri-istri kalian (jima').” (QS. Al-Baqarah: 187)

Yang membatalkan puasa ialah apabila sepasang suami istri masih melakukan jima' setelah terbit Fajar atau pada saat adzan Shubuh telah dikumandangkan.

Jadi, jika ada seseorang bangun Shubuhnya kesiangan dan ia telah berniat melakukan puasa wajib ataupun sunnah, maka hendaknya ia segera mandi janabah, lalu melaksanakan sholat Shubuh, dan hendaknya ia melangsungkan puasanya.

Demikian jawaban yg dpt kami sampaikan. Smg dpt dipahami dan menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab.