Logo

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

FORUM - Kompilasi Tanya Jawab

HUKUM TIDAK IKUT PILKADA, PEMILU, GOLPUT DALAM PANDANGAN ISLAM

Kamis, 20 September 2012 , 12:37:00
Oleh : Ummu Adam

Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz jika tdk ikut memilih dlm Pilkada, apa dihukum berdosa?

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 247)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. TIDAK BERDOSA jika tidak ikut dlm pilkada atau pemilu, karena itu hukum asal berpartisipasi di dalam PEMILU/PILKADA adalah TIDAK BOLEH, kecuali dalam kondisi tertentu yg mana pertimbangan adanya maslahat dan tercegahnya mudharat yg lebih besar bagi Islam dan Muslimin hanya ada pada ikut serta dlm pemilu atau pilkada tsb, maka hukumnya menjadi BOLEH, menurut pendapat sebagian ulama.

Hal ini sesuai dengan kaidah syari'ah yg menganjurkan kita agar mengambil dan memilih madharat yg paling ringan diantara 2 madharat yg ada (Akhoffu Dhororoin) ketika kita dihadapkan dengan perkara dan kondisi yg tidak mungkin lepas dari adanya madharat.

Dan juga terdapat sebuah kaidah syari'ah yg berbunyi: (Idza tazaahamat al-mafsadataani urtukiba adnaahuma)
Artinya: "Apabila saling berdesakan/berhadapan antara 2 mafsadat (dlm satu perkara dan satu waktu) maka hendaknya yg diambil/dipilih adalah mafsadat yg paling ringan diantara keduanya."

Akan tetapi, dlm menentukan dan menimbang antara maslahat dan mafsadat ini, hendaknya dikembalikan kpd para ulama robbani yg dikenal akan ketakwaan, ilmu, dan sikap kehati-hatiannya. Bukan ditentukan oleh setiap orang yg awam yg tidak paham ilmu agama, dan jauh dari ketakwaan. Dan para ulama robbani yg ada di suatu negeri atau daerah, merekalah yg paling paham dan mengerti ttg keadaan negara dan daerahnya.

Demikian jawaban yg dpt kami sampaikan. Smg dapat dipahami dan menjadi ilmu yg bermanfaat.
Wallahu a'lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.