Logo

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

TANYA USTADZ

kawin suntik

Sabtu, 01 September 2012 , 09:20:21
Penanya : Ikhwan
Daerah Asal : jakarta

Follow:

Afwan ustadz, bagaimana hukum kawin suntik bg peternak sapi ? Unt meningkatkan produktivitas mk sapi2 betina dkawinkan dg proses suntik tanpa ad kawin secara alami ( jantan dg betina ).

Jawab :

Salah satu insinyur pertanian dari daerah Arbil, Iraq menulis beberapa efek buruk dari kawin suntik sapi:
1. Ketika terjadi pengambilan mani dari pejantan, sperma bisa terkena paparan cahaya yang bisa mempengaruhi kandungan gen pembawa sifat induk.
2. Saat itu juga sperma bisa terkena udara luar yang suhunya berbeda dengan suhu badan sapi jantan dan ini bisa berpengaruh pada anak hasil inseminansi ini.
3. Sapi betina dalam proses perkawinan biasa merasakan kenikmatan yang mendorong keluarnya hormon-hormon tertentu dari alat reproduksinya, dan ini tidak terwujud sempurna saat kawin suntik dilakukan, dan ini juga berpengaruh kepada janin yang dikandung.
4. Penambahan zat kimia pada sperma yang terkumpul berpengaruh pada perubahan sifat mani dan berimbas pada perubahan sel-sel yang dikandungnya
5. Sebab terpenting kelemahan fisik dari sapi yang dihasilkan dari proses non-alami ini adalah terpaparnya sel sperma oleh cahaya dan perubahan suhu dan zat-zat tambahan seperti pembeku dan pengawet yang dipakai.
6. Mengkonsumsi daging dan susu dari sapi yang merupakan hasil inseminasi buatan ini termasuk sebab penting terjadinya kelemahan seksual dini.

Setelah membawakan beberapa point penting yang ditulis insinyur tersebut, situs fatwa yang diasuh oleh syaikh Abdullah Al-Faqih menulis:
Jika sudah ditetapkan secara medis bahwa inseminasi buatan dan pemindahan janin ke sapi-sapi menimbulkan efek buruk untuk sapi, keturunan yang dihasilkan dari proses ini atau manusia yang mengkonsumsi daging dan susu dari sapi tersebut maka kegiatan ini tidak diperbolehkan, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ. أخرجه ابن ماجه رقم 2341. قال عنه الألباني صحيح لغيره
Tidak boleh membahayakan diri sendiri atau pun orang lain.

Yang bisa dijadikan referensi untuk menentukan adanya efek buruk atau tidak dari suatu hal adalah orang yang terpercaya dan ahli di bidang tersebut. Wallahu a’lam.
http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=50008

Oleh : Redaksi salamdakwah.com
Sudah dibaca oleh 519 orang

Sharing: