Logo

Mobile APP:

Stay in touch with us:

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

TANYA USTADZ

Bermaaf-maafan di Bulan Sya\'ban dan Tentang Nishfu Sya\'ban

Rabu, 05 Juni 2013 , 18:36:07
Penanya : Akhwat

Follow:

A?slkm ,,saya mau tanya skrng BC meminta maaf memasukin bln syaban ,krn buku amalan qt mau ditutup serta amalan-amalan yg hrs dijalankan dibulan syaban?? Apakah ada hadistny?

Jawab :


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Kami tidak mengetahui adanya riwayat yang menyebutkan secara langsung bahwa penutupan amalan dilakukan pada bulan Sya'ban. Yang kami ketahui adalah diangkatnya amalan pada bulan itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallm bersabda.


ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ


"Itulah bulan yang manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadlan, yaitu bulan yang diangkat di dalamnya amalan hamba kepada Rabb semesta alam, dan aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa. HR. Nasai no.2357 dan Ahmad di Musnadnya no.21753. Dihasankan oleh Al-Albani

Pada hadits di atas juga disebutkan salah satu amalan yang hendaknya dilakukan seorang muslim pada bulan Sya'ban yaitu berpuasa, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Ada anggapan sebagian orang yang mengutamakan pertengahan ٍSya'ban untuk melaksanakan puasa, padahal hadits di atas menunjukkan keutamaaan bulan Sya'ban secara umum tanpa membatasinya dengan pertengahan. Pernah ada seorang wanita yang bertanya kepada syaikh Ibnu Baz dan membawakan riwayat tentang keutamaan Sya’ban. Ia berkata:
Apa pendapat anda mengenai seseorang yang berpuasa pada tanggal 15 Sya’ban dengan berpatokan pada (riwayat)ucapan Rasul shallallahu alaihi wa sallam: “Sesungguhnya Allah ta’ala mengangkat amalan hamba selama setahun pada hari ini”

Beliau menjawab:
Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, segala puji bagi Allah ta’ala, dan semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga beliau, para sahabatnya dan pengikut beliau yang mengikuti petunjuknya. Amma ba’du:
Hadits yang disebutkan oleh penanya tadi tidaklah shahih. dan tidaklah disyariatkan untuk mengkhususkan pertengahan bulan Sya’ban dengan berpuasa atau amalan lainnya. Begitu pula malam nishfu sya’ban (tidak ada pengkhususan amalan tertentu). Hadits-hadits yang berkenaan dengan itu derajatnya antara lemah dan palsu (tidak shahih) http://www.binbaz.org.sa/mat/13753

Memang ada hadits yang menunjukkan ampunan Allah ta'ala pada pertengahan Sya'ban tapi itu tidak menunjukkan amalan khusus pada Nishfu Sya'ban, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ


Sesungguhnya Allah memperhatikan makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, Ia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang bermusuhan yang belum berdamai. HR. Ibnu Majah no. 1390. Dihasankan oleh Al-Albani


Adapun amalan bermaaf-maafan secara khusus pada bulan Sya'ban maka kami tidak mengetahui dalil yang mendasarinya. Sepanjang pengetahuan kami meminta maaf saat melakukan kesalahan, baik itu kepada Allah ta'ala atau sesama makhluq harus segera dilakukan tanpa harus menunggu bulan Sya'ban karena meminta maaf adalah termasuk amalan baik yang harus disegerakan, serta kita tidak mengetahui kapan ajal akan menjemput kita, jangan sampai kita meninggal dalam keadaan banyak dosa kepada Allah ta'ala karena melakukan dosa dan belum diampuni, serta meninggal dalam keadaan mendholimi manusia dan tidak mendapatkan maaf serta kerelaan hati dari yang didholimi.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

Oleh : Redaksi salamdakwah.com
Sudah dibaca oleh 1458 orang

Sharing: