Logo

Mobile APP:

Stay in touch with us:

Islamic Calendar Widgets by Alhabib

TANYA USTADZ

menggerakkan jari telunjuk saat tasyahud

Rabu, 01 Februari 2012 , 17:43:11
Penanya : Ikhwan

Follow:

assalamu 'alaikum.

Ustadz, pada buku sifat sholat nabi oleh syeikh Al Albani, Pada saat tasyahud, disebutkan untuk menggerak-gerakkan jari telunjuk berdasarkan hadits Zaidah Qudamah.

Sementara saya pernah membaca bahwa 22 perawi lainnya tidak menyebutkan tambahan “yuharrikuhaa” sebagaimana hadits Zaidah Qudamah, sehingga menjadi tidak syad.

pertanyaan saya, bagaimanakah hukumnya menggerak-gerakan jari telunjuk saat tasyahud tersebut?

Jazakallahu khairan

Jawab :

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Karena pembahasan dalil-dalil ulama’ yang pro dan kontra terhadap penggerakan jari saat tasyahhud luas maka saya mencukupkan dengan apa yang ditanyakan penanya yaitu seputar riwayat zaidah bin Qudamah yang dianggap syadz,
Ada point-poin penting dari tulisan syaikh albani yang ingin saya ringkas:
1. Ulama’ menerima kesahihan hadits Wail bin Hujur yang menerangkan tentang penggerakan jari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam saat tasyahhud (riwayat Zaidah bin Qudamah), bahkan ulama’ yang tidak mengamalkannya pun menshahihkannya termasuk imam Nawawi dan imam Baihaqi
2. Perawi selain Zaidah bin Qudamah meriwayatkan dengan lafadz Isyarah (jari menunjuk) dan ini tidak menafikan adanya gerakan jari. sebagaimana dalam hadits Aisyah: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat menjadi imam dengan duduk dan Sahabat nabi berdiri di belakang beliau kemudian beliau mengisyaratkan dengan tangannya(isyarah) supaya mereka duduk, orang yang membaca hadits ini pasti faham bahwa rasul tidak hanya mengangkat tangannya tapi juga menggerakkannya meskipun dalam lafadz hadits tidak disebutkan kata: menggerakkan
3. Zaidah bin Qudamah adalah Rawi yang lebih dari sekedar Tsiqah beliau juga dikenal sangat berhati-hati dalam riwayatnya, para Imam sepakat mengatakan bahwa dia tsiqah, imam Bukhari dan Muslim juga berhujjah dengan riwayatnya, Ibnu Hibban berkomentar mengenai dia: dia termasuk penghafal hadits yang kuat dan dia tidak menganggap periwayatan sampai dia mendengar riwayat tersebut tiga kali…”
(lih.Tamam Al-Minnah oleh syaikh Albani hal.219-222)


Saya secara pribadi memilih pendapat yang dikuatkan oleh syaikh Albani rahimahullah yaitu menggerakkan jari saat tasyahhud berdasarkan hadits Wail Bin Hujur dan hujjah-hujjah lain yang disampaikan oleh syaih Albani dalam kitab-kitabnya.

Wallahu a’lam

Oleh : Redaksi Salam Dakwah
Sudah dibaca oleh 694 orang

Sharing: